6.25.2012

MARI MENJAUHI AZAB NERAKA


Setiap Manusia tentu saja tidak menginginkan dirinya masuk neraka. Akan tetapi secara kenyataan langkah kehidupannya di dalam keseharian seringkali menunjukan bahwa dirinya itu sangat layak untuk dimasukan kedalam api neraka. Bagaimana tidak ke neraka jika shalat lima waktu saja tidak mau, mengaji tidak mau, bershadaqoh (semampunya) saja tidak, dan pada saat yang sama dosa demi dosa malah sering dilakukannya. Jika demikian kenyataannya maka dia itu sedang berlari sekencang-kencangnya menuju tempat neraka.
Walaupun hatinya tentu tidak menginginkan masuk neraka, karena neraka adalah tempat penyiksaan yang sangat dahsyatnya.

Oleh sebab itu jika kita hari ini adalah seperti contoh orang diatas, mumpung kita masih diberi kesempatan hidup, mari kita rem sekuat-kuatnya lari kita menuju neraka
dan kemudian kita berbalik arah lari sekencang-kencangnya menuju surga. Mari kita bertaubat, sebab pintu taubat selalu Allah SWT buka selebar-lebarnya setiap saat.

Cukup sudah selama ini kita membangkang sombong, tidak mau shalat, tidak mau mengaji. Cukup sudah diri kita berbuat dosa demi dosa, dosa maksiat, dosa menyakiti dan merugikan orang lain dll. Mari kita buka lembaran hidup baru dengan penuh ketaatan dan penuh dengan amal-amal kebajikan agar kita benar-benar terhindar dari api neraka, dan kemudian masuk surga. Jangan hiraukan orang barangkali saja akan mengejek kita. Bahkan jika mampu, mari kita ajak orang yang mengejek kita itu bersama-sama bertaubat. Mari bersama-sama menjauhi azab api neraka, kemudian menuju surga.
Baca Selanjutnya- MARI MENJAUHI AZAB NERAKA

6.11.2012

CALON AHLI SURGA


Setiap Manusia ciptaan Allah pasti kelak akan jadi calon yaitu calon ahli surga atau calon ahli neraka. Pilihan ada pada manusia itu sendiri akan memilih yang mana. Akan tetapi bila ditanya kepada setiap manusia mau pilih yang mana masuk surga apa masuk neraka, jelas orang akan memilih masuk surga.

Setiap orang tentu menginginkan dirinya masuk surga akan tetapi sayang sekali, apa yang dilakukannya tidaklah mencerminkan bahwa dirinya layak menjadi calon ahli surga. Lalu bagaimana cara agar keinginan dan kelayakan itu bisa terwujud sehingga kita benar-benar menjadi yang Insya Allah layak menjadi penghuni surga.

Dalam hal ini ada satu kata kunci yang harus menjadi semboyan bagi kita.
kata kuncinya adalah "Saya ini adalah hamba Allah calon ahli surga" dengan demikian apapun yang akan kita lakukan pasti selalu hal yang baik-baik. Pada saat sedang digoda ingin melakukan hal yang buruk maka kita akan terkait denngan posisi kita bahwa kita adalah hamba Allah yang tidak mungkin akan melakukan hal keburukan, sehingga kitapun akan membatalkan perbuatan buruk. Misalnya kita jika kita ingin berkata dan berhati buruk, merugikan orang lain, korupsi dll.

Sebaliknya ketika diri kita akan melakukam kebaikan, maka kita akan terpacu untuk melakukannya dengan sebaik mungkin. Sebab sebagai hamba Allah calon penghuni surga yang indah dan megah tidak mungkin saya bekerja asal-asalan, pekerjaan saya haruslah bagus, dan sebagai calon penghuni surga tidak mungkin memberi tapi sedikit, tidak mungkin menuntut ilmu sekenanya. Praktis dalam hal apapun kita dipacu untuk berbuat yang terbaik sebagaimana layaknya sebagai calon ahli surga, dan sesungguhnya surga itu Allah berikan pada hamba-hambanya yang taat dan berhati bersih serta mau melakukan hal terbaik sesuai kemampuannya. Baik dia orang kaya ataupun orang miskin. Semua memiliki kesempatan yang sama.

Pertanyaannya sekarang! Layakkah kita masuk surga?
Baca Selanjutnya- CALON AHLI SURGA
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...